Selasa, 22 September 2020

CORONA VIRUS



CORONA VIRUS 


Virus Corona atau Corona virus adalah keluarga jenis virus yang bisa menyebabkan penyakit dari yang ringan seperti flu biasa hingga parah seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Corona Virus atau yang sering disebut dengan COVID-19 ini merupakan singkatan dari Corona Virus Desease 2019.

COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Corona Virus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Corona virus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

 Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah demam dengan suhu tubuh 38 derajat celcius, lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri otot, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap. Bagi semua orang harus menjaga pola hidup sehat di rumah. Jaga pola diet yang sehat, tidur cukup, tetap aktif, dan lakukan kontak sosial dengan orang-orang yang Anda sayangi melalui telepon atau internet. Selama masa sulit seperti sekarang, anak-anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari orang dewasa. Usahakan untuk selalu menjaga rutinitas dan jadwal seperti biasanya.

Cara untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi Virus Corona atau tidak, terdapat beberapa jenis tes yang bisa dilakukan. Hampir semua negara kini memiliki caranya masing-masing untuk melakukan tes ini dan beberapa tes banyak yang tengah dikembangkan produsen komersial.

Sebelum melakukan tes, penting untuk mengetahui bahwa tiap negara juga memiliki prioritas sendiri untuk orang-orang yang bisa melakukan tes. Sebab menurut banyak pihak, tidak semua orang perlu diuji untuk COVID-19. Seperti pada kebijakan beberapa negara, mereka yang tidak perlu melakukannya misalnya orang-orang yang tidak memiliki gejala sama sekali atau hanya menunjukkan gejala yang ringan dan bisa pulih di rumah. Jadi sejauh ini pemerintah sudah memiliki tiga jenis pemeriksaan, yakni tes cepat molekuler (TCM), polymerase chain reaction (PCR), dan rapid test. Kenali perbedaan ketiganya berikut:


  1. Tes Cepat Molekuler (TCM) 

Sebelumnya tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) dengan berdasarkan pemeriksaan molekuler. Metode pemeriksaan COVID-19 ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Virus SARS-CoV-2 diidentifikasi pada RNA-nya yang menggunakan cartridge khusus. Hasil tes ini terbilang cukup cepat, karena bisa diketahui hasilnya dalam waktu kurang lebih dua jam. Kamu bisa melakukan pemeriksaan TCM ini di 132 rumah sakit dan beberapa puskesmas yang ditunjuk. 

  1. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Jenis pemeriksaan untuk mendeteksi COVID-19 ini akan menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Dua lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus akan menggandakan dirinya. Namun, beberapa sampel seperti sampel cairan dari saluran pernapasan bawah; atau mengambil sampel tinja juga bisa jadi pilihan untuk tes ini. Virus yang aktif akan memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA.

Nah, pada virus corona, material genetik tersebut adalah RNA. Material ini yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi. Berbeda dengan TCM, metode pemeriksaan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasilnya karena melalui dua kali proses yaitu, ekstraksi dan amplifikasi.

  1. Rapid Test

Berbeda dengan dua jenis pemeriksaan di atas, pemeriksaan rapid test menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Rapid test bisa dilakukan di mana saja dan waktu untuk melakukannya juga singkat, yakni hanya 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya.

Namun, tes ini memiliki kelemahan, karena bisa menghasilkan 'false negative' atau kondisi saat hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Biasanya, hal ini terjadi saat tes dilakukan kurang dari 7 hari setelah infeksi.

Bagaimana cara virus corona masuk ke dalam tubuh kita ?

Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.

Bagaimana cara mudah mencegah penyebaran corona virus ?

Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah.

BERSAMA KITA BISA LAWAN VIRUS CORONA 

#TETAPDIRUMAHAJA   #STAYATHOME  #STAYHEALTY





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas kreasi pena - Yovela - 9C - 26